Senin, 07 April 2008

Inflasi Ekonomi Indonesia

Sejak duduk dari bangku SD sampai kuliah sekarang. Dapat kita rasakan dimana harga dari tahun ke tahun terus meningkat. Memang kenaikan ini sejalan dengan naiknya pendapatan perkapita penduduk. Gaji naik 15% tetapi harga barang naiknya lebih tinggi dari kenaikan gaji. Kalau kata orang sama saja bohong. Dulu saya ingat sekali, waktu gaji orang tua saya masih sekitar Rp.600.000,00. Harga masih sangat murah sekali, dengan uang Rp.500,00 kita merasa seperti mempunyai uang Rp.5000,00. Bagaimana tidak dengan uang Rp.100,00 kita dapat membeli 2 bungkus mie instan. Sekarang ini dengan uang yang sama kita dapat apa, bayar parkir saja tidak cukup.
Inflasi bisa diartikan menurun nilai mata uang terhadap barang. Jadi nilai mata uang Rp.5000,00 pada sekarang ini sama dengan nilai uang Rp.500,00 bahkan bisa lebih rendah lagi. Tidak semua penurunan nilai mata uang bisa dikatakan sebagai inflasi. Inflasi terjadi bila harga barang naik dalam jangka waktu yang panjang dan tidak ada penurunan. Kalau kenaikan harga suatu barang terjadi pada masa tertentu saja itu bukan inflasi. Misalnya kenaikan bahan-bahan pokok menjelang tahun baru dan hari-hari besar, kenaikan ini bersifat sementara.
Kenaikan yang terjadi pada kawasan Indonesia ini bisa dikatakan inflasi. Lalu apa yang sebenarnya menyebabkan inflasi itu? Menurut saya pribadi, kenaikan harga telah diatur oleh orang-orang yang mempunyai modal besar. Konglomerasi daganglah yang mengatur kehidupan ekonomi di Indonesia. Faktor alam yang tidak stabil hanya sebagian kecil penunjang terjadinya kenaikan tersebut. Menurut teori inflasi :
  • Tingginya permintaan terhadap suatu barang tertentu sedangkan barang tersebut terbatas (hukum ekonomi).
  • Tingginya biaya produksi suatu barang. Ini terjadi karena dua hal pertama kenaikan gaji karyawan, kedua tinggi harga bahan baku dan bahan bakar.
...

Minggu, 06 April 2008

JALANI HIDUP APA ADANYA

WELCOME

Dalam hidup ini kadang-kadang apa yang kita inginkan tidak semuanya berhasil. Baik itu dalam kehidupan pribadi maupun umum. Kegagalan harus kita hadapi dengan ketenangan hati, keberhasilan itu mungkin hanya sukses yang tertunda. Esok atau lusa bahkan nanti, mungkin akan tercapai.